Haiiiii my fuband...! future husband!
Aku kemarin baru aja selesai ujian CGI dari AAMAI... Aku bisaaa. Seneng deh. Dalam kondisi pakaianku basah kuyup, sakitku kambuh, buat gerak dikit aja susah, harus bertahan 4 jam dengan pakaian basah itu sampai semuanya mengering lagi, tubuhku gemeter parah (aku alergi dingin), tanganku kaku, dadaku sesak, dan masih banyak lagi, tapi aku tetep bisa lancar ngerjain ujianku :D
Aku menanamkan dalam hati bahwa aku ga akan nyerah karena semua ini demi masa depanku... Demi orang-orang di masa depanku... Dan tentunya, disana ada kamu serta anak-anak kita juga :D hehehe... Ya, selain demi keluarga ku saat ini, aku pun juga berjuang demi kalian.
Bukan benar-benar soal materi-nya, tapi soal upayaku dalam membentuk diriku untuk menjadi sematang mungkin...
Aku kemarin baru aja selesai ujian CGI dari AAMAI... Aku bisaaa. Seneng deh. Dalam kondisi pakaianku basah kuyup, sakitku kambuh, buat gerak dikit aja susah, harus bertahan 4 jam dengan pakaian basah itu sampai semuanya mengering lagi, tubuhku gemeter parah (aku alergi dingin), tanganku kaku, dadaku sesak, dan masih banyak lagi, tapi aku tetep bisa lancar ngerjain ujianku :D
Aku menanamkan dalam hati bahwa aku ga akan nyerah karena semua ini demi masa depanku... Demi orang-orang di masa depanku... Dan tentunya, disana ada kamu serta anak-anak kita juga :D hehehe... Ya, selain demi keluarga ku saat ini, aku pun juga berjuang demi kalian.
Bukan benar-benar soal materi-nya, tapi soal upayaku dalam membentuk diriku untuk menjadi sematang mungkin...
Bagaimana kabar dirimu sekarang? Apakah kamu juga sedang mengejar target? Atau mungkin juga baru berhasil meraih targetmu seperti yang ku lakukan?
Apapun itu, walau aku tidak tau siapa dirimu dan dimana keberadaanmu sekarang, aku tetap meyakini bahwa kamu ada. Aku meyakini bahwa dirimu adalah yang Allah persiapkan untuk menerima segala sisi ku serta akan melengkapi kekuranganku sehingga kita dapat membangun hal-hal yang lebih baik lagi saat nanti kita telah bersama...
Apapun itu, walau aku tidak tau siapa dirimu dan dimana keberadaanmu sekarang, aku tetap meyakini bahwa kamu ada. Aku meyakini bahwa dirimu adalah yang Allah persiapkan untuk menerima segala sisi ku serta akan melengkapi kekuranganku sehingga kita dapat membangun hal-hal yang lebih baik lagi saat nanti kita telah bersama...
Sejujurnya sekarang aku sedang merindukan sosokmu, aku ingin menceritakan banyak hal padamu, namun bagaimanapun juga aku mensyukuri kondisi ini...
Jikapun misalnya saat ini kamu sedang bersama perempuan lain, sedang menjalin kasih dengan perempuan lain, atau sedang berjuang susah payah untuk menjaga jodohnya pria lain, aku tetap tidak apa-apa. Nyatanya, ini memang adalah kondisi yang terbaik, sebab tak ada keresahan-keresahan yang mampu mengacaukan hari-hari ku... atas kekhawatiran ataupun kerinduan yang menggebu... Disini, dalam sepi ini, aku akan tetap berusaha menjaga diriku agar tidak jatuh ke pria manapun lagi, aku hanya ingin ada pada pria yang Allah pilihkan untukku, yaitu dirimu.
Jikapun misalnya saat ini kamu sedang bersama perempuan lain, sedang menjalin kasih dengan perempuan lain, atau sedang berjuang susah payah untuk menjaga jodohnya pria lain, aku tetap tidak apa-apa. Nyatanya, ini memang adalah kondisi yang terbaik, sebab tak ada keresahan-keresahan yang mampu mengacaukan hari-hari ku... atas kekhawatiran ataupun kerinduan yang menggebu... Disini, dalam sepi ini, aku akan tetap berusaha menjaga diriku agar tidak jatuh ke pria manapun lagi, aku hanya ingin ada pada pria yang Allah pilihkan untukku, yaitu dirimu.
Aku sadar mungkin kita baru akan benar-benar bersama sekitar 3 tahun lagi atau bahkan lebih... Aku sadar pula bahwa hal yang sangat wajar jika selama waktu yang panjang itu kamu berkemungkinan besar akan melewatinya bersama perempuan lain. Atau mungkin kamu akan bergonta-ganti kekasih beberapa kali :p hehehe. Tapi tidak apa-apa, semua kisah akan selalu mendewasakan kita...
Mungkin, pada akhirnya kamu akan merasakan luka karena kegagalan hubungan asmaramu bersama mereka (yang tentunya juga karena jodohmu adalah aku hehe), tapi itu tidak masalah, ku harap kamu tidak terlalu bersedih... Dan kamu tidak perlu mengubur kenanganmu terlalu dalam, sebab aku bersedia mendengarkan semuanya :D
Kamu percaya kan? bahwa dalam setiap kejadian pasti ada hikmahnya, jika ada kisah yang tidak mengandung sisi baik itu artinya hati kita yang masih belum cukup luas untuk ikhlas atas apa yang terjadi... Dan nanti saat kita telah menikah, aku ingin mendengarkan satu persatu kisah cintamu bersama mereka, sebagai dongeng tidurku... Agar aku dapat memahami sepenuhnya tentang apa saja yang telah terjadi padamu, apa saja yang telah membentukmu menjadi pribadi seperti pribadi yang akan aku nikahi nanti... Serta jika mungkin masih ada luka yang tersisa dihatimu atas kisah yang lalu, aku ingin menjadi penyembuhnya... :)
Bersamaku, kamu tidak perlu melupakan sejarah cinta yang ada dibelakangmu, kamu tidak perlu takut akan membuatku cemburu atas masalalu mu, sebab aku menghargai apa yang ada pada masa-nya. Jikapun misalnya nanti kita telah bersama namun kamu masih memiliki cinta pada masalalu mu, itu tidak masalah bagiku. Sepanjang cinta itu kau letakkan pada tempatnya dalam hatimu, bukan dalam tindakan ataupun kenyataan mu...
Sebab, aku pun tidak akan memungkiri fakta bahwa aku memang mencintai seseorang yang telah menjalin hubungan serius denganku di masalalu, namun membiarkan perpisahan ini adalah bentuk dari cintaku. Aku menyadari benturan mimpi-mimpi diantara kami, aku menyadari keterbatasanku yang tak dapat menikah dengannya dalam waktu dekat. Dan sesungguhnya, melepaskan dia demi membuatnya dapat memenuhi kebutuhannya, yaitu pernikahan, adalah pengorbanan cintaku untuknya...
Sebab, aku pun tidak akan memungkiri fakta bahwa aku memang mencintai seseorang yang telah menjalin hubungan serius denganku di masalalu, namun membiarkan perpisahan ini adalah bentuk dari cintaku. Aku menyadari benturan mimpi-mimpi diantara kami, aku menyadari keterbatasanku yang tak dapat menikah dengannya dalam waktu dekat. Dan sesungguhnya, melepaskan dia demi membuatnya dapat memenuhi kebutuhannya, yaitu pernikahan, adalah pengorbanan cintaku untuknya...
Aku percaya jika Allah memang memilihkan dirimu sebagai suamiku kelak, pasti kamu juga akan mampu menghargai masalalu ku sebagaimana aku akan menghargai masalalu mu...
Hal yang perlu kau pahami perbedaannya adalah, aku mencintainya dengan meninggalkan nya, dan aku akan mencintaimu dengan menikahi dirimu... Judulnya memang sama-sama cinta, tapi bentuknya berbeda...
Hal yang perlu kau pahami perbedaannya adalah, aku mencintainya dengan meninggalkan nya, dan aku akan mencintaimu dengan menikahi dirimu... Judulnya memang sama-sama cinta, tapi bentuknya berbeda...
Semoga kamu dapat memahami ini, sebab jika kamu tau tentang betapa besarnya ruangan cintaku untuknya dihati ini, mungkin kamu bisa cemburu... Namun jika kamu tau tentang betapa besarnya niatku untuk mencintaimu sebagai suamiku lillahita'ala, dan betapa luasnya ruangan yang telah ku sediakan dihatiku untuk dapat kau isi nanti, mungkin kau akan bahagia... :)
Intinya, tanpa membuat diriku munafik atas masalalu ku, aku akan mencintaimu lebih besar daripada aku mencintainya. Dia adalah sebuah kisah dengan berjuta hikmah dalam hatiku saja, sementara dirimu akan menjadi pendampingku hingga akhir usia dalam hati dan kenyaataanku... Dirimu akan menjadi pria yang ku perjuangkan kebahagiaannya lebih besar daripada perjuanganku saat dulu hendak membahagiakan masalalu ku... Dirimu akan menjadi pria yang menerima pengorbanan-pengorbananku demi kebahagiaanmu lebih besar daripada pengorbanan yang ku berikan saat dulu bersama masalalu ku...
Baiklah aku sudah bicara terlalu panjang hehehe. Cukup sudah. Semoga harimu indah. Semoga hari ini kamu merasa bertambah semangat secara tiba-tiba dikarenakan telah mendapat salam gaib dari calon istrimu disini :p ^_^